Orientasi Anggota HPOI 2026
Satu Perjalanan, Satu Rasa, Satu Korsa dari Probolinggo hingga Banyuwangi
Pada 10–11 Februari 2026, keluarga besar Himpunan Provider Outbound Indonesia (HPOI) sukses menyelenggarakan kegiatan Orientasi Anggota HPOI 2026, sebuah agenda tahunan yang dirancang bukan sekadar sebagai pertemuan, melainkan proses pembentukan karakter, mental, dan solidaritas antar pelaku industri outbound.
Sebanyak ±80 anggota HPOI dari berbagai DPC seperti Malang, Batu, Mojokerto, Sidoarjo, Tuban, Tulungagung, Jombang, Bojonegoro, Madura, Gresik, Jember, Banyuwangi, dan Blitar hadir dan ambil bagian dalam perjalanan ini.

Kegiatan diawali dari titik kumpul Pantai Bohay, Paiton – Probolinggo sebagai meeting point pertama. Di sinilah seluruh peserta berkumpul, registrasi, dan memulai rangkaian orientasi.
Berbeda dari kegiatan pada umumnya, panitia tidak membagikan rundown detail. Seluruh alur kegiatan menggunakan konsep mission based activity, di mana setiap instruksi dan tantangan dibagikan secara bertahap melalui Instagram resmi @hpoi_org. Hal ini melatih peserta untuk sigap, adaptif, serta siap menghadapi dinamika lapangan secara langsung.
Dari Pantai Bohay, peserta melanjutkan perjalanan mengikuti misi menuju Pusat Informasi Geologi Geopark Ijen (PIGGI) sebagai checkpoint berikutnya. Di lokasi ini, kebersamaan mulai terasa melalui pembentukan kelompok, koordinasi tim, dan penyelesaian berbagai tantangan logistik.
Perjalanan kemudian berlanjut menuju titik akhir di Bosspro Rafting Banyuwangi, yang menjadi basecamp utama kegiatan. Di sinilah rangkaian aktivitas petualangan, camping, dinamika kelompok, hingga kegiatan rafting dilaksanakan. Setiap sesi dirancang untuk membangun kerja sama, komunikasi, kepemimpinan, dan rasa tanggung jawab bersama.

Tidak hanya kegiatan lapangan, orientasi juga diisi agenda formal berupa pelantikan Ketua DPD dan DPC periode 2025–2026, sebagai simbol regenerasi kepemimpinan dan komitmen bersama membawa HPOI semakin profesional, solid, dan berdampak di dunia outbound Indonesia.
Selama dua hari satu malam, peserta belajar bahwa kekuatan organisasi tidak dibangun dari kenyamanan, melainkan dari proses perjuangan bersama. Lelah dirasakan bersama, tantangan dihadapi bersama, dan tawa pun tercipta bersama.
Orientasi ini membuktikan satu hal penting: kita datang dari daerah berbeda, tetapi pulang dengan satu tujuan yang sama.
Satu perjalanan. Satu rasa. Satu korsa.